bimba n mimbar, meja yang tinggi
di dalam mesjid atau tempat lain
untuk membaca khotbah atau memberikan ceramah
→ mimba
bimba n mimbar, meja yang tinggi
di dalam mesjid atau tempat lain
untuk membaca khotbah atau memberikan ceramah
→ mimba
bimaran n nazar yang belum dapat dipenuhi karena yang bernazar tidak memberitahukan nazarnya kepada
orang lain sebelum ia meninggal:
aneuk nyan kadang na —, anak itu, barangkali ada nazarnya yang belum dilepaskan
bilok v membelok, memutar (diri):
kapai nyan ka ji —, ji tamong lam kuala, kapal itu telah memutar (haluannya) dan masuk ke dalam kuala;
mu— —, berbelok-belok;
pu—, mengalihkan ke arah lain;
pit— —, membuat berliku-liku
¹biliek adv berair mata, bercucur-
an air mata:
pu—, membuat mengeluarkan air mata
→ bilaih
²biliek a pucat:
si nyan kulétjih —, alèh na penyakét, kulitnya tampak pucat, barangkali ia berpenyakit
bili n pandan:
sejenis tanaman belukar yang seluruh batangnya (daging dan kulitnya) dipergunakan untuk barang-barang anyaman (keranjang, nyiru, dsb)
¹bileueng v membilang, menghitung,
mengira:
h'an treu —, tidak terkira (banyaknya), tidak dapat dihitung;
mu—, berhitung, dihitung;
ka mu—, sudah dihitung.
pu—, memperhitungkan,
peu —, terhitung;
ureueng teu—, orang terbilang, orang ternama;
peunileueng, perhitungan, perkiraan
→ itong, kira
²bileueng n ôn —, gelang, krokot, sejenis sayuran (juga untuk obat)
bileue n bilal, orang yang bertugas mengumandangkan azan, muazin, modin:
pu—, mengangkat seseorang sebagai bilal
→ bang
biléh n bilis, teri sejenis ikan laut yang
kecil-kecil yang jika sudah dikeringkan disebut karéng:
peuda —, peda yang dibuat dari ikan teri;
masa di — h'an ék jigriwat, pakri
jilumpat 'oh jeuet keu peuda,
sewaktu menjadi bilis ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya, bagaimana mungkin ia melompat jika ia telah menjadi peda (dikatakan kepada orang yang tidak dapat diharapkan pertolongannya)
→ budèe
bilaih v mengeluarkan air mata,
berair mata:
teuploh ngon ôk teuhah ngon babah, mata — bak meujaga, dengan rambut yang terurai dan mulut terbuka, dengan
mata berair karena berjaga-jaga;
pu—, membuat mengeluarkan air mata;
bèk tapu— (mata) gob, Janganlah Anda membuat orang lain berair mata;
pu—, membuat mengeluarkan air mata.
bèk tapu— (mata) gob, Janganlah Anda
membuat orang lain berair mata;
pu— droe, membuat mata (sendiri) mengeluarkan air atau berbuat seolah olah menangis
→ billek
bila n hela, pembalasan, menuntut
ajal lawan atau keluarganya:
tuntut —, membalas bunuh terhadap seseorang atau keluarganya;
— nyan ke balui, pembalasan itu sudah
diselesaikan; .
mu—, membalas terhadap seseorang;
— mu —, balas membalas
→ diet, kiseueh, bala-bilui
biké a bikir, gadis, perawan, belum
kawin:
inong nyan mantong —, perempuan itu masih gadis
→ dara
¹bika adv bermaksud, berkehendak,
merencanakan ingin melakukan sesuatu:
lôn — jak, saya bermaksud hendak pergi;
lôn — peugèt rumoh, saya merencanakan hendak mendirikan rumah.
mu—, terpikir, terencanakan
²bika jangka (yang dipergunakan oleh
pandai perak atau emas)
bijoe, beujoe n orang yg makannya
terlalu sedikit sehingga tubuh-
nya kurus, berperawakan halus:
aneuk nyan — that, nyankeuh h'an ék teumbôn, anak itu makan terlalu sedikit sehingga ia tidak dapat gemuk;
pu— droe, sengaja berbuat seolah-olah seorang yang makannya sedikit
bijèh n benih, biji bibit:
— timon, bibit mentimun;
— droe, anak sendiri, anak sah dari keturunan ayah;
— gob, keturunan orang lain;
tuha —, cabang keturunan yang tertua, keturunan pertama
bijak a bijak, cerdik, pandai berkata-kata:
aneuk nyan — that bak ji peugah haba, anak itu sangat pintar berbicara;
pu— droe, berusaha supaya bijak
bihôih Par n bius, pingsan, murca:
u dalam nyan jibôh ubat —, ke dalamnya dibubuhi obat bius.
¹biheue n bak —, sejenis pohon
²biheue a nakal, jahat, tak dpt ditegur, bandel:
kah bèk — that akai, janganlah engkau nakal sekali;
pu— droe, berlaku nakal
bieue, biyeue v membiarkan sesuatu,
menyuruh, membenarkan, memanjakan, merusakkan akhlak (seorang anak):
bèk ta— aneukteuh meunan, janganlah Anda membiarkan anak Anda begitu;
mu—, dimanjakan, dibiarkan;
pu—, memanjakan, membiarkan
berbuat apa yang disukai
→ bah
bieng n kepiting:
— bangka, kepiting air tawar;
— batèe, kepiting batu;
— geuteuem, kepiting air asin yang besar;
— kông, yuhu, sejenis kepiting yang hidup di dalam tanah;
— phô, kepiting yang sepitnya lebih besar dr yg lain,
— meuih (hrf) kepiting emas, kotak main-
an emas yg digantung pd dada
anak-anak
→ ajeumat peuet sagoe, eumpèt
biek n ketumnan, asal usul, kaum,
jenis:
— Acèh, keturunan Aceh;
Ija nyoe — hana gèt, kain ini tidak baik jenis atau mutunya;
si —, seketurunan, dari satu asal-usul, sejenis;
mu—, berbangsa;
pu—, memaki seseorang dng menyebut
keturunannya yg tidak baik;
bèk tapu— — gob! janganlah Anda
menyebut biek kepada orang
biduen n wanita pelacur, jalang:
mu—, mengadakan hubungan dengan
pelacur atau yang menyerupai pelacur;
pu— droe, berlaku atau berpakaian seperti wanita pelacur
→ jalang
bidôk n biduk, perahu bercadik dua:
bintang —, gugusan bintang yang
merupakan biduk;
mu—, berbiduk;
ureueng mu—, orang yg berlayar dengan biduk
→ leulayan
bideueng n bidang, lebar (kain atau
tikar):
— dada, bidang dada
— tika, bidang tikar
→ linteueng
¹bidéng n kupasan atau bekas sayatan penyiangan pada jenis-jenis tanaman kumpai yang tidak dipergunakan dapat dibuang, sedangkan kumpainya dipergunakan utk menganyam tikar; ranting-ranting kecil pada daun kelor yang
sudah diambil daunnya untuk sayur
²bidéng → lambidéng
bida n perbedaan, beda, selisih, kelainan, berbeda:
nyoe ngon jéh — that, ini berbeda sekali dengan itu.
mu—, memiliki daya utk
membedakan sesuatu;
aneuk nyan gohlom mu—, anak itu
belum tahu membedakan sesuatu.
pu—, membedakan;
hana lôn pu— aneuk gata ngon aneuk lôn, saya tidak akan membedakan antara anak Anda dan anak saya.
beunida, perbedaan, kelainan
→mumida
bicôh, beucôh n lepuh, bisul kecil
yang diakibatkan oleh gigitan serangga, berlepuh:
jaroe lôn — bak lôn ceumangkoi, ka tréb hana lôn mat cangkoi, tangan saya berlepuh krn mencangkul, sudah lama saya tidak memegang cangkul;
cuba takalon, peue — bak rueng lon? Iôn jicu le seurabè, coba Anda lihat, adakah bisul di punggung saya? saya disengat tabuhan.
mu—, bicoh;
pu—, menyebabkan berbisul dsb
Bd bisoi, keumong, licob
bicara skr n bicara, nasihat, rencana, siasat, mengemukakan, merencana, siasat, mengemukakan, merencanakan:
peue — pakri —, toh —? apa bicara, apa akai sekarang?
gadoh —, hilang akai;
— uroe jéh hana jadèh lé, Pembicaraan (rencana) hari ini tidak jadi lagi;
saboh —, satu pandangan;
akai —, akai dan pandangan;
le —, banyak pandangan, banyak
dalih;
hana ék lôn — lé buet gobnyan, saya tidak tahu akai lagi mengenai perbuatannya itu
ji— mangat that, Enak saja bicaranya;
mu—, berbicara dengan, mempunyai
pandangan;
si Pulan bit mu— silagoena, si Polan benar-benar banyak akalnya;
pu—, bicara, membicarakan;
até lon sôsah that, h'an lôn tukri pu—, hati saya sudah sekali, saya tidak tahu membicarakannya;
Buet nyan meupu— lé droeneu
ubak gobnyan, bicarakan hai itu
dengannya;
Bd akai, ékeutieue, ilab, paket
bicah a pecah, porak-poranda, tersebar, dimulai, hancur, bersatu, meletus, bocor, menumbuk, menggiling, meramu:
rakyat ka —, rakyat sudah pecah, rakyat sudah porak-poranda;
prang ka —, peperangan sudah dimulai, peperangan sudah berakhir;
rasia nyan ka—, rahasia itu sudah bocor;
— phét, pecah empedu, (ki) membuat malu atau menghinakan seseorang;
— teupông, mengadon tepung (untuk kue);
— asam, campli, menggiling atau meramu asam, lombok;
mu—, mengadakan;
mu—, — éleumèe, mengadakan diskusi;
pu—, memecah-belah sesuatu atau seseorang
→ beukah, blah, bancô, picét, plah
bibi n bibir:
— cumèh, — sumbéng, bibir yg sumbing;
— mata, pinggir mata, tepi mata;
eungkôt teubai —, sejenis ikan sungai berduri yang panjang sirip belakangnya;
mu—, berbibir;
pu—, membubuhi bibir
bibeueh a merdeka, bebas:
pu—, memberikan kemerdekaan;
nanggroe nyoe kupu— barang jan masa, negeri ini kunyatakan bebas sepanjang masa
bibeue v memintal (tali), menjewer telinga dsb:
— glunyueng lôn 'oh sakét, ia menjewer telinga saya hingga sakit;
mu—, dalam keadaan berputar;
teu—, terputar, terpintal, dsb;
beunibeue, pemutaran atau hasil pemutaran, alat untuk melakukan pekerjaan itu
→ jaloe, paku, puta, sréng, wéng
biaya n biaya, pengeluaran, pemberian:
mu—, berbiaya, mengeluarkan biaya:
padit na meu—, berapa Anda mengeluarkan biaya?
pu—, membiayakan
biat v melantik, menobatkan, nasihati:
gobnyan kageu— keu Bupati,
ia telah dilantik menjadi bupati.
tatueng — nibak Abi ngon Bunda!
turutilah nasihat ayah dan ibumu!
mu—, bersetuju tentang sesuatu;
pu—, menobatkan, melantik
→ amanah, wasiat, peusan, nasihat
biasa n biasa, kebiasaan, berpengalaman:
lon ka — meunan, saya sudah terbiasa begitu;
pu—, membuat terbiasa
→ adat
¹bi n pohon maja (aegle marmalos), sejenis pohon yg buahnya berbentuk lonjong:
²ulèe muboh —, kepalanya menyerupai buah maja (lonjong)
²bi: nèk —, kp dr gèk srabi
→ srabi
bhuek a tenggelam, mati lemas
(dalam air atau asap), sibuk:
bèk tablôh lam krueng nyan, euntreuk — teuh, janganlah Anda masuk ke dalam sungai itu, nanti Anda tenggelam;
aneuk nyan ka meukurông ngon asap, teuma mu— treuk jih, anak itu terkumng asap sehingga ia mati lemas;
gobnyan — ngon buetgeuh tiep uroe, setiap hari ia tenggelam dalam pekerjaannya;
pu—, menenggelamkan
→ bangeub, weuek
¹bhôm, bhông a tidak memperdulikan orang lain, sombong:
— that ureueng nyang ban teuka nyan! sombong sekali orang yg baru datang itu!
mu— droe, pu— droe, berlaku sombong
→ bob, mbông, ugob
²bhôm, bhông n tanah pekuburan
keluarga:
geutanom bak — geutanyoe, ditanam di tanah perkuburan kita;
mu—, memiliki tanah pekuburan
³bhôm Bld n dermaga, tempat kapal
merapat, bandar dsb:
bak — Ulèe Lheue, di pelabuhan Ulèe
Lheue
⁴bhôm, bom n bom:
ureueng nyan maté keunong — jilham lé kapai teureubang, orang itu mati terkena bom yang dilemparkan dari pesawat terbang
bhôk, bok a debaran jantung yg
keras:
'oh tapike keu buet jih ék — teuh, jika kita memikirkan pekerjaannya, jantung kita berdebar-debar;
— —, bunyi debaran jantung yg keras;
ji — — até lôn alèh pakon! jantung saya berdebar-debar, entah apa sebabnya!
→ bhak-bhôk, deuba
bheuek n bagian, porsi, catuan (terutama pada nasi):
tabri keu lôn bu saboh —, berikanlah kpd
saya satu porsi nasi;
mu—, menerima bagian, mendapat bagian;
pu—, menjadikan bagian-bagian
→ bagi, weuek
¹bhan → ban
²bhan, ban n lingkaran yang dibuat
utk sasaran dalam suatu permainan
(umpama permainan gasing):
aneuk —, biji "taruhan sementara" (yang
diletakkan di lingkaran permainan gasing), takik;
bak luaih — ji takoh kayèe nyan, buatlah takiknya yang lebar pada waktu Anda memotong kayu itu;
bak luaih ta—, Perbesarlah takiknya;
mu—, bermain gasing, bermain bola kaki
→ ban; Bd bangkang
¹bhak a lelah sekali, dl keadaan
terengah-engah, berhenti (tt
angin):
di lôn ka —, h'an ék lôn plueng lé, saya telah lelah sekali, saya tak dapat berlari lagi.
angèn ka —, angin sudah berhenti;
pu—, membuat lelah sekali, berhenti
→ phak, peungaba
²bhak n bercahaya, gemerlapan:
mu—, bercahaya;
'oh geukhém jibeudoh mu— caya muka, Jika ia tertawa, tampaklah ah mukanya bercahaya
bhaih n bagian di buku, perihal,
hai, masalah:
tapeugah saboh-saboh — dilèe, sebutkan satu-satu hai terlebih dahulu
bha Ar n laut, banyak, sangat ba-
nyak:
rakyat that - lam nanggroe nyan, penduduk negeri itu banyak sekali;
amirôn b(a)ha, ami baha, ami ôbha, laksamana, metrum;
ba(h)rônubeuet, sejenis azimat kekebalan (biasanya diikat denganbseutas tali di pinggang);
soe nyang na ngui —, h'an lut
geupheuet dalam mata, barang-
siapa memakai azimat kekebalan
tak akan terluka walaupun dipahat matanya
→ baréh, bubu
beutôi a betul, benar, tepat, sebenarnya, jujur, sewajarnya, baik, tak bercacat, tingkat dan watak seseorang yg benar:
— that! benar sekali!
pu—, membetulkan, membenarkan, dsb
→ beuna, bit, gèt, jroh, keubit, patôt
beutoh a baru besar, baru meningkat umur dewasa:
dara —, dara yang baru meningkat umur dewasa
beutie a keadaan tali yg sangat keras pemintalannya, gulungan yg
sangat keras dipilin, keadaan tali
yang beberapa uratnya ada yg telah
putus:
bak ingat-ingat, taloe nyan ka —, hati-hati, tali itu ada beberapa uratnya yg sudah putus
→ beureutéh
beutab a sangat rajin (dalam hai bercocok tanam dll):
— that aneuk nyan bak pubuet-buet, anak itu sangat rajin mengerjakan sesuatu.
meungnyo — beuténg, (meungnyo) malaih gigéng, rajin gembung perut, malas bersungut (peribahasa) orang yang rajin kenyang perut, orang pemalas bersungut karena ketiadaan.
beuta n terumbu, batu karang yang
di laut yg terlihat hanya pada waktu air surut:
kapai nyan karam saweueb keunong —, kapal itu tenggelam krn terkena terumbu
beusôt a tembus, berlubang, bocor,
seluruhnya, sedih:
prahô ka —, perahu sudah bocor;
ija lôn ka —, kain saya sudah berlubang.
— até, sedih hati;
ka — bandum lôn pham peukara nyan, saya sudah memahami seluruh perkara itu;
pu—, melubangi;
bèk tapu— tima nyan! jangan Anda melubangi timba itu
→ reubung, tob
beusoe n besi:
— aleue, lempengan besi;
— tôi, — rôk, besi batang,
— gila, dongkrak;
— brani, magnit;
bajèe —, baju zirah;
tungkat —, tongkat besi
beusèe n sj hantu anjing:
kah lagèe — ngon meungab, h'an ek meukeunong sagai, engkau berdua
seperti hantu anjing dng hantu kucing yang tak pernah berkawan;
eleumèe —, ilmu sihir;
mu—, memiliki atau mengamalkan ilmu
sihir;
pu—, menyihirkan
→ meungab
beuténg a gembung perut, masuk
angin, akan keluar (tt buah padi),
akan naik (tt air):
— pruet, gembung perut, bunting;
bèk taleungo narit inong —, janganlah Anda mempedulikan perkataan wanita bunting;
ie —, air yang akan pasang
→ seungkôh
beurigék a suka menangis, licik,
banyak akai:
mu—, dn;
pu— droe, selalu menangis, bersikap licik
beureutôh, beureutôih v meletus, meletup, mengeluarkan bunyi letusan:
boh —, granat;
— uteuen, berlari dengan menembus segala rintangan tanya memperdulikan hal-hal di sekeliling;
mu—, meletus, meletup;
pu—, meletuskan, meletupkan
→ beuleubak, bruek uka pd bruek, priok
beureutéh n bertih, memecah (bunyi letup suatu benda yg pecah ump padi, nala, dsb yang digoreng dalam kuali), putus satu-satu (tt tali yg dipintal):
padé ka —, padi (yang digoreng) sudah memecah;
ban — nala, spt nala yg memecah (persamaan bunyi letusan senapan);
reuteuek ka — pucôk, tanaman kacang sudah mengeluarkan pucuknya.
mu—, memecah, dsb,
pu—, memecahkan, r.iembertihkan, dsb.
→ beureutoh, keumang
beureutaih a terbuka jahitan, terlepas dari ikatan atau perekatnya:
bajee nyoe ka — neucob, baju
ini sudah terbuka jahitannya.
mu—, terbuka;
pu—, melepaskan jahitan, perekat, dsb
→ teutaih
beureusén n bersin:
'oh ta — bak na takheun alhamdulillah, Jika bersih, Anda hendaklah mengatakan alhamdulillah.
pu— droe, membuat diri bersin
→ aciheum, pr'ieh
beureuon a bergelembung, menggelegak, bergulung-gulung ke atas:
ie lam kanèt ka —, air dalam periuk sudah menggelegak;
mu—, bergelegak;
pu—, menggelegakkan
→ ju, reuon
beureungèk, mu—, teu— v menembus cahaya (tt matahari), memperlihatkan diri:
uroe nyoe mata uroe hana mu—, reudôk sabé, hari ini matahari tidak sedikit
pun bercahaya, (tampaknya) selalu mendung;
pu—, membuat bercahaya
beureunga a menggerumut, berkerumun, menyemut:
peueng ka jitoh lé lalat, 'oh mu— saré ateuh sie, Lalat telah menelurkan ulat sehingga menggerumut pada daging.
pu—, membuat berkemmun
beureukat n berkat, restu:
lôn meung tueng — droeneuh, saya
hendak mengambil atau memperoleh restu Anda;
mu—, mendatangkan berkat;
areuta nyoe hana —, harta ini tak ada berkatnya;
bak —, semoga mendapat restu;
pu—, merestui
→ apuah, sampona, tuah
beureukasih v berkas, ikatan, mengkat sesuatu menjadi berkas:
ta— kayèe nyan! berkaslah kayu itu!
mu—, mengikat menjadi berkas,
menyempai berkas;
buet nyoe mu— lungkè, pekerjaan ini menyerupai berkas tanduk (sukar dikerjakan)
beureuhi a berahi, gemar (terutama
akan wanita), dalam masa meningkat
dewasa, masa kawin:
pu—, memberahikan, memberi semangat
beureugom n sejenis burung hutan yang
berbulu kelabu dan agak kemerah-merahan bercampur hijau
beureugu, beureuguh n sejenis sangkakala yang terbuat dari tanduk kerbau atau kayu untuk menyampaikan suatu isyarat
→ angang
beureughok, beureugok n Ar, sejenis
cadar panjang yg dipakai perempuan Arab atau haji perempuan:
mu—, bercadar;
inong mu—, wanita bercadar
beurala, beurahla, brala n berhala, sejenis jin pembawa penyakit:
patông —, patung berhala;
rumoh —, rumah berhala, kelenteng, gereja dengan patung di dalamnya
¹beuuet, buuet, beuôt, bôt v mengangkat ke atas:
mu—, mengangkat, diangkat, dinaikkan, dsb;
jikalon gaki mu—-—ju, ia melihat
kaki mereka terangkat-angkat;
beuneuot (dari bot dan bet: neubot
dan neubet), sesuatu yg diangkat
²beuuet n sejenis ikan air tawar yg kecil
bentuknya
beuo a malas, segan, enggan, tidak berbuat atau mengerjakan sesuatu, lamban:
mu—, bermalas-malasan;
pu—, menjadikan malas, memalaskan diri;
ka — gata si droe, bek tapu— gob, kalau Anda sendiri sudah malas, jangan membuat orang lain malas
→ malaih
beuntôk, bantôk v membengkok,
melentur, melengkung (tt dahi
atau alis seseorang):
mu—, berbentuk bengkok;
keunèng — misé tajoe, buleuen siuroe rah sirupa, keningnya berbentuk spt taji, hampir-hampir menyerupai bulan sehari
beunteueng a melitang, melebar,
membentangkan atau melintangkan secara horizontal, bilah:
— pageue, bilah-bilah yg melintang
pada pagar;
mu—, terbentang, terpasang secara membentang;
pu—, membubuhi bilah pagar;
teu—, terbentang;
beuneunteueng, pemasangan atau pembentangan bilah-bilah
beuno n setan yang menekan dada
seseorang yang sedang tidur:
mu—, samar-samar kelihatan pada waktu
malam
beungoh adv pagi hari, pagi-pagi:
— that, pagi sekali;
ban —, ketika pagi hari;
— — , pagi-pagi;
si malam —, semalam suntuk;
— aleuhat, hari minggu pagi;
beungkông n ija —, nama sejenis
kain berlungsin hitam dan berpakaian putih yang pada masa dahulu biasanya dikenakan di pinggang oleh seseorang bila akan menjalankan hukuman mati;
mu—, memiliki kain jenis beungkông
¹beungkak a tuli, pekak, berat pendengaran:
alèh — glunyueng kah dumnan kumeuhôi hana kaseuôt, barangkali pekak telingamu, begitu kupanggil engkau tidak menyahut;
pu— droe, membuat diri seperti orang pekak
→ klo, tuloe
²beungkak a bengkak, membengkak.
beungkai a mengkal, setengah masak:
boh mamplam nyan le ka —, jeuet tapet, buah mangga itu banyak yg telah mengkal, boleh Anda petik.
→ buriek, meungkai, pateuen
beungka v memperlonggar, memperbesar lubang cuping telinga seorang gadis:
ta — glunyueng gata lom bak rayek, mangat jeuet tangui subang, besarkan (cuping) telinga Anda supaya dapat memakai subang.
mu—, membesarkan lubang (cuping) telinga;
pu—, membuat besar lubang cuping tehnga
beungeu, beungu a mual, muak,
jemu akan sesuatu, membosankan, menjijikkan, luat, menyebabkan mau muntah:
bagaih-bagaih tasueb laju, na bèk —, suaplah cepat-cepat supaya tidak muak;
pu—, menyebabkan atau mendatangkan
muak
→ glak, leugeu
beungèh a marah, murka, geram,
panas hati:
gata pakon —? mengapa Anda marah?
mu— (—), marah, memarahi, saling bermarahan;
pu—, membuat marah
→ amarah, marah
beuneung, meuneung n benang:
— aneuih, benang serat tanaman nenas;
— aneuih raja timoh, benang raja, bianglala, pelangi,
mu—, berbenang, terdapat benang padanya;
pu—, memberi berbenang, mem-
buat jadi benang
→ meuneung
beunèh n asal mulanya, asal-usul,
keturunan, berasal dari:
panè — ureueng nyan? dari mana asal
orang itu?
→ biek, bijèh, jeunèh
beunda n benda, barang berharga,
perhiasan:
areuta —, uang dan perhiasan emas, harta benda, harta pusaka, kekayaan
→ areuta
beupak a tolol, sekar dapat belajar
atau membaca Alquran:
aneuk nyan — that, dumnan geuprunoe lé teungku h'an ék jeuet, anak itu tolol sekali, walaupun begitu rupa diajarkan oleh teungku, tetapi ia tak dapat juga belajar;
pu—, membebalkan
¹beuna kl n benar, betul, jujur, hak,
lurus:
tapeugah bak —, katakanlah yg benar;
si—, sebenarnya;
rèt nyang —, jalan yg benar;
narit jih hana —, perkataannya tidak benar;
pu—, membenarkan, dsb;
bèk tapu— le, tapiké dilèe, jangan Anda cepat-cepat membenarkannya, berpikirlah dahulu.
→ bit, keubit, nyo
²beuna banjir yg amat besar
→ ie raya
beumkirè, beungkirè, beunkirè, birè n biang keringat, biji panas, sejenis penyakit kulit pada anak-anak
→ maji, reuôh
beumbam v bembam, memanggang
ikan di dalam abu panas atau dengan
api yang sedang malap:
mu—, dibembam, sedang membembam;
teu—, terbembam;
beuneumbam, pembembanan, hasil membembam
¹beum n bak —, pohon mim, sj po
hon berdaun kecil yang kulit dan
daunnya mengandung obat
²beum, beun n tembolok (ayam,
merpati dsb)
beulisah a gelisah, resah, tidak nyenyak, tidak nyaman:
gobnyan — that, Ia sangat gelisah
→ geulugeusah, kr'am-kr'um
beuleuté, bleuté a suka bicara, suka
bertanya, rewel:
kah bèk — babah! jangan engkau terlalu
banyak bertanya!
mu— droe, pu— droe, mengoceh, berceloteh dsb
beuleuntak n sejenis keranjang, kopor
terbuat dari rotan, daun kelapa, atau bili
→ sangkeuek
beuleubak n boh —, granat, teu— —, suara orang muntah-mutan:
pu—, sengaja muntah-muntah
→ ak-uek
¹beuleudan n kota, wilayah, daerah
→ biladat, bilat
²beuleudan n nama sj kain berharga,
permadani (dl hik)
beulasat v teu —, mu—, terdampar
di suatu tempat, tersesar;
ureueng teu —, orang yg tersesat;
mu— akai, berakal licik, penuh tipu muslihat
→ beulantak
¹beulasah → meunasah
²beulasah adv menyerah sepenuhnya
kepada sesuatu, menghabiskan waktu
dengan:
gata — that bak inong nyan, uroe malam hana tawoe, siang dan malam Anda sibuk dengan wanita itu sehingga tak pulang-pulang ke rumah;
mu—droe, pu— droe, menyerahkan diri
sepenuhnya kepada sesuatu;
bakri ék tamu— sinan sabé? bagaimana
Anda selalu berada di situ?
beulantak, teu — v terdampar ke
suatu daerah, tersesat, hanyut tak tentu rimbanya
→ beulasat
¹beulaga, blaga → glaga
²beulaga n budak, hamba sahaya:
mu—, menyerupai budak;
pu—, menyebut seseorang seperti budak;
→ beudeuga, teumon
beuku a beku, kental:
darah —, darah beku;
meulisan —, manisan kental;
mu—, menjadi beku;
pu—, membekukan;
tapu— silingkong nyoe, bekukanlah agar-agar ini
beukeu (dl hik) p jika, sekiranya:
— meunan, jika begitu;
kitab — meunan, nama sebuah kitab agama berbentuk prosa Aceh
beukaih n bekas, jejak:
— jijak, bekas jalannya;
pulang —, menjadi pikun
→ bakat, euncit, euntèe, idap-idap
beukai n bekal, persediaan hidup, biaya perjalanan:
— maté, bekal untuk mati, yaitu pengetahuan agama dan amal ibadah yang ditetapkan oleh agama;
mu—, mempunyai bekal;
pu—, menyediakan bekal, biaya, dsb;
hana lé lôn pu— gata, tak banyak saya membekali Anda
beukah a koyak, msak, pecah, patah (bukan benda yg berbentuk panjang, umpama tongkat), terbit (matahari), berubah (suara), celah, belah:
ija —, kain koyak;
ciriek —, cerek pecah;
ka — kayèe nyan, kayu itu sudah berbelah;
bungong — cawan, bunga angsoka (Pavetta Indica);
mata uroe ka —, matahari sudah
terbit;
— até, (ki) sedih hari, hancur hati;
pu—, mengoyakkan, merobekkan;
bèk tapu— cawan, Janganlah Anda memecahkan mangkok;
→ bicah, crah, hancô, reutak
beujanji n <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/berzanji">berzanji</a> (puisi tentang kehidupan Nabi Muhammad saw)
beuhe, bhe a berani, perkasa, gagah berani:
meu— atau mu—droe, bersikap berani, berlaku gagah berani;
bèk tapu— droe ngon ureueng nyan, leubèh gèt taplueng, jangan berani dengan orang itu, lebih baik Anda lari saja.
beuneuhe, keberanian
→ brani, cahid, geubeueh
beugok a besar dan gemuk jon kata-
kan kepada seorang anak yang mendapat hukuman):
kah ka —, ka leumbam, akaikeu hana, engkau sudah besar dan gemuk,
tetapi tak dapat menggunakan otakmu
beugi n nasib, peruntungan, keadaan, watak, budi pekerti, perangai, tabiat:
dikah mangat that —, kaéh sabé, enak sekali penghidupanmu, engkau selalu tidur-tidur saja (bermalas-malas);
si —, sempa, sama keadaannya, sesuai
→ bagi, bagoe, sikutu
beueu, bueu a perasaan mual, pera-
saan hendak muntah:
mu——, dalam keadaan mual;
beungoh nyoe lôn mu— — até sabé, h'an jeuet keu muntah, tadi pagi saya mual-mual terus, tetapi tidak sampai muntah.
→ ulak, ulak-ulak até
beuet v membaca, membaca dengan
suara keras, menderas, menyebut,
mendeklamasikan, mempelajari
pelajaran agama:
— kitab, membaca kitab pelajaran agama;
— du'a, membaca doa;
— kuruan, membaca Alquran;
peutoe —, peti nyanyi, gramofon;
mu—, sedang membaca, membaca bersama-sama dsb;
pu—, mengajarkan (terutama membaca Alquran dan pelajaran agama Islam);
pumubeuet, seumubeuet, memberi pelajaran;
ureueng pumubeuet, seumubeuet,
pengajar, guru, dosen (terutama dl mengajarkan Alquran;
meu—, pembacaan, cara membaca
beue n perum ayam (dikatakan dalam situasi marah) tahi, omong kosong:
h'an tabri tasak lam — teuh, Jika tidak Anda berikan, masukkan saja ke dalam tahimu;
beue tapeugah, — teuh, apa yang Anda katakan itu, omong kosong (belaka).
Bd budai
beudoih v bangun tegak, berdiri,
muncul ke atas, datang (tt amarah,vgelombang), timbul (peperangan, pertempuran):
— duek, bangun duduk dari sikap tidur dsb;
lôn sakét, h'an ék lôn — duek, saya sakit, saya tidak dapat duduk;
— dong, berdiri;
— éh, bangun tidur;
ji — beungèh, datang amarahnya;
mu—, telah bangun, telah membaik;
ka mu— bak éh atawa gohlom? sudah bangunkah ia atau belum?
gobnyan ka mu— teuma, Keadaannya sudah membaik (setelah ia menderita kerugian);
pu—, membangunkan, menjagakan, menyuruh berdiri, mendirikan;
teu— terbangun; lebih sedikit bentuknya, melebihi yang lain;
neuraya jih teu— bacut nibak si Gam geutanyoe, besarnya melebihi anak kita si Gam
beudeuga n budak, menyerupai budak (hanya digunakan sebagai ucapan menghina):
biek —, berketurunan budak, seperti budak;
kaphé —, kafir budak
→ beulaga
beudeueng n sisa, debu halus:
— padé, debu halus yg terdapat
sewaktu mengirik padi,
mu—, berdebu padi;
lôn ka mu— ban saboh badan, seluruh badan saya penuh debu padi.
pu—, membiarkan berdebu padi
¹beudé n bedil, senapan, alat menembak, petasan, meriam:
tumbak, bayonet, sangkur;
mu—, menembak dng bedil;
mu—, menembakkan, membedilkan, Jipukuta, mereka menembak kubu
pertahanan.
→ éseutinggeue, gamèt, gôt, kamareuti, meujra, peutek, seunapang, timbak
²beudé, bidé n baluem —, sejenis hantu
air yg menelan sesuatu benda yang
secara tiba-tiba jatuh ke dalam air
dan menyembunyikannya;
ka ji'uet lé baluem —, sudah ditelan hantu ah, sudah hilang tanpa bekas
→ samue, samon
beudak n bedak, pupur (wangi), palit, param, urap, kasai:
— seuuem, bedak panas;
— sijuek, bedak dingin;
mu—, berbedak, muka gata teubal that mu—, muka Anda dibedaki tebal sekali;
pu—, membedaki, membubuhi bedak
beucab-beucôh a sibuk, ramai, ribut:
—-— ban cempala, ribut seperti murai berkicau
→ breuc' abreuc'ie
beuaih a tidak menaruh perhatian,
sembrono:
— keu agama, tidak memperdulikan agama;
si nyan ureueng —, peue nyang takheun
hana jideungo, orang itu sembrono, apa yg dikatakan kepadanya tidak diperhatikannya
¹beu p bentuk ba yg tidak bertekanan, supaya, hendaknya:
— ék, supaya dapat, supaya naik;
— trôn, supaya turun
→ ba, ék, trôn
²beu p bentuk bab atau bak yang
tidak bertekanan yg di depan humf bibir menjadi bu, supaya, hendaknya:
— reujang, supaya dipercepat;
— na, supaya ada atau diadakan;
— bèk, biar tidak, — bèk jijak keunoe, tajak cit bak jih, biar ia tidak datang ke mari, tetapi kita datang juga kepadanya
→ bah, bak
³beu p ber- (dl hik):
— jalan, berjalan
gawo v mengarau: Cuba tagawo eungkôt bacé nyan, ék meuteumèe, Cobalah Anda mengarau ikan gabus itu, dapatkah Anda menangkapnya? meugawo...